Setiap tahun, diskusi mengenai hukum perayaan Maulid Nabi selalu mencuat. Banyak yang mempertanyakan, “Apa hukumnya mengadakan Maulid Nabi?” Ada pula yang berpendapat bahwa perayaan ini adalah bid’ah, karena Nabi sendiri tidak pernah memerintahkannya. Maka, seringkali pertanyaan “Mana dalilnya?” muncul berulang kali.
KH. Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, menjelaskan, “Mengapa tidak ada yang protes ketika kita bahagia atas kelahiran anak kita, meskipun belum jelas bagaimana masa depannya—apakah ia akan menjadi anak yang saleh atau tidak. Namun, mengapa ada yang mempermasalahkan dan memprotes ketika kita gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW?”
Sayyid Muhammad al-‘Alawi al-Maliki menuturkan, “Kalau ada orang yang tidak suka dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW, itu sama saja seperti bertanya, ‘Mengapa engkau bahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW?’”
Gus Baha juga menyampaikan bahwa salah satu dalil perayaan Maulid Nabi adalah kisah Abu Lahab. Ketika Nabi Muhammad SAW lahir, Abu Lahab begitu bergembira mendengar berita bahwa iparnya, Sayyidah Aminah, telah melahirkan—terlebih karena saat itu Sayyidah Aminah telah ditinggal wafat oleh suaminya. Saking gembiranya, Abu Lahab memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah al-Aslamiyyah. Atas kegembiraan Abu Lahab ini, Allah SWT mengenangnya dengan meringankan siksanya setiap hari Senin.
يخفف عنه العقاب يوم الإثنين
Artinya: “Abu Lahab diringankan siksanya setiap hari Senin.”
Imam Al-Hafidz Syamsyuddin Muhammad Nasirruddin Addimasyqi dalam kitab I’anatuth Thalibin karya Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho’ ad-Dimyati as-Syafi’i Juz 3 hal. 414, menulis:
إذا كان هذا كافرا جاء ذمه ۞ وتبت يداه في الجحيم مخلدا
أتى أنه في يوم الاثنين دائما ۞ يخفف عنه للسرور بأحمدا
فما الظن بالعبد الذي كان عمره ۞ بأحمد مسرورًا ومات موحدًا
Artinya: “Jika orang seperti Abu Lahab, yang jelas-jelas tercela dan kekal di neraka, siksanya diringankan setiap hari Senin karena ia gembira dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW, maka bagaimana dengan seorang Muslim yang sepanjang hidupnya gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan wafat dalam keadaan tauhid?”
Semoga kita semua diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan kelak mendapatkan syafaat beliau di akhirat. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.
Penulis : Jamalulel
Editor : Yhanik









