Siapa sangka di kampus Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri terdapat wadah yang difungsikan untuk mengasah bakat dan minat para pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat dari berbagai kalangan? Event Tribakti Fest 2025 merupakan persembahan yang dicanangkan oleh kepengurusan BEM-U (Kabinet Gotong Royong) dengan penuh inovasi dan kebanggaan, sebagai realisasi program unggulan di semester genap.
Serangkaian acara Tribakti Fest diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 14 Juni, dengan tema “Kompetisi Cemerlang, Wujudkan Kompetensi Gemilang”. Tema ini didasarkan pada nilai semangat gotong royong guna menjunjung tinggi sinergi dan kolaborasi bersama seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Kampus UIT Lirboyo Kediri. Demikian penggalan sambutan dari M. Rizal Fanani selaku Ketua Pelaksana.
Pada seremoni pembukaan yang digelar pada Senin, 9 Juni, Bapak Yasin Nurfalah, M.Pd. selaku Wakil Rektor III menyoroti tema Tribakti Fest dalam sambutan hangatnya. Dengan harapan dan doa, beliau menyampaikan, “Tentu bukan hanya sekadar tema, tetapi juga untuk memperteguh semangat dalam mengasah bakat. Melalui kompetisi ini, yang menjadi harapan kita adalah dapat membuahkan kompetensi yang luar biasa di masa mendatang.”
Setelah pembukaan, Invitasi Latgab menjadi kompetisi pertama yang dilangsungkan secara kolaboratif dengan UKM Pagar Nusa UIT Lirboyo Kediri. Dalam pertandingan antar-atlet se-Kediri ini, tidak hanya melibatkan panitia gabungan, tetapi juga Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kediri beserta perangkatnya yang turut memeriahkan pertandingan hingga selesai.

Sementara itu, bazar buku menarik turut hadir di lapak gazebo Kampus UIT Lirboyo, disponsori oleh Gramedia Kediri. “Bazar buku ini akan berlangsung selama satu minggu selama event Tribakti Fest, guna menjembatani minat baca buku baik bagi mahasiswa, dosen, tamu, maupun publik, tanpa harus pergi ke toko Gramedia. Jelas saja, siapa yang tidak tertarik pada buku-buku populer dan favorit dari Gramedia?” ungkap M. Hayat selaku CS dari kepanitiaan.
Pada hari kedua dan ketiga, dilangsungkan Grand Final Lomba Karya Tulis Cerpen se-Jawa Timur yang dikolaborasikan dengan UKM LP2M Corong UIT Lirboyo Kediri. Para grand finalis yang telah lolos seleksi dipertandingkan secara terbuka di hadapan dewan juri, dengan mempresentasikan karya mereka secara mendalam dan penuh penjiwaan kepada audiens.
Dari berbagai kompetisi bakat dan minat dalam rangkaian Tribakti Fest, gemuruh kemeriahan terdengar pada hari keempat melalui Festival Sholawat Al-Banjari yang dikolaborasikan dengan UKM Excellence UIT Lirboyo Kediri. Festival Al-Banjari se-Karesidenan Kediri ini tidak hanya diselenggarakan secara langsung di lokasi, tetapi juga disiarkan melalui live streaming di akun YouTube Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Sebanyak 22 grup banjari menampilkan performa terbaik mereka, dengan jingle dan estetika lagu yang maksimal, didukung dekorasi panggung yang memesona, sistem suara yang menggelegar, serta pencahayaan yang memukau—menjadikan suasana semakin syahdu dan meriah di hadapan audiens.
Pada hari kelima, digelar kompetisi Semaphore Dance se-Nusantara yang dikolaborasikan dengan UKM Pramuka UIT Lirboyo Kediri. Kompetisi ini dilaksanakan melalui audisi virtual (live Zoom meeting), di mana para peserta menayangkan video performa mereka yang kemudian dinilai secara langsung oleh dewan juri di lokasi.

Sebagai penutup dari rangkaian acara Tribakti Fest, digelar acara Ngaji Literasi yang menghadirkan narasumber kondang sekaligus penulis buku best seller Gramedia, Achmad Dhofir Zuhry, S.Sos., M.Fil., dengan tema “Konstruksi Paradigma Mahasiswa melalui Bedah Buku Filsafat untuk Pemalas”. Penampilan monolog pembuka yang menggugah, dipersembahkan oleh Putri Melani dari UKM Teater Goesti UIT Lirboyo Kediri, dengan penjiwaan mendalam melalui kostum, amarah, dan tangis, berhasil menggetarkan suasana.
Pemaparan narasumber yang begitu memukau menyuguhkan banyak narasi menarik dan relevan dengan kehidupan mahasiswa masa kini. Di antaranya seperti, “Kalianlah kaum rebahan yang sebenarnya dimanja oleh filsafat. Boleh saja Anda tidak suka filsafat, memang tidak semua orang punya selera yang baik. Jika Anda hidup untuk menghindari masalah, Anda salah memilih planet bumi untuk tinggal.”
“Suatu kehormatan bagi kami dapat melibatkan berbagai pihak, baik dari elemen internal kampus maupun eksternal. Persiapan selama kurang lebih empat bulan untuk satu pekan penuh Tribakti Fest ini sungguh sangat berkesan dan berarti. Namun yang harus diingat adalah bahwa semua ini dilandaskan untuk menebar kebaikan dan manfaat bagi sesama,” tutur Muhamad Faizun, selaku Presiden Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri.
Sungguh meriah dengan segala sisi keistimewaannya, event Tribakti Fest ditutup dengan penyerahan hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan kepada seluruh pemenang kompetisi yang telah digelar selama lima hari sebelumnya.









