Kediri di guyur hujan malam Selasa
Lampu basah menyamar di tengah kota
Rerimbunan dedaunan mengotori jalan kota
Mengisyaratkan datangnya tuan tanpa mahkota
Puan yang dulu selalu mengejar
Sekarang memilih diam entah sampai kapan
Dan tuan arogan sekarang bertanya kabar
Memang luas kias-kias kerinduan
Hujan belum sepenuhnya berhenti
Dan kopiku masih menjadi perantara ilusi
Porsinya pas untuk pekat dan lekatnya paras kerinduan.
Kediri,  6 November 2024
Penulis : Jihan Ragil Armeydita









