Lp2m_Corong – SLG singkatan dari Simpang Lima Gumul adalah monumen yang dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati Kediri ke- 23, Ir. Soetrisno. saat berita ini ditulis, monumen yang bertempat di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur ini terdapat festival menarik yang ditunggu- tunggu oleh warga Kediri dan sekitarnya, termasuk saya sendiri. (25/3/2024)
Festival ini berlangsung dari tanggal 20 Maret – 4 April 2024. Untuk jam perayaanya, Festival ini dimulai dari jam 15.00 WIB – 22.00 WIB. Di festival kita bisa melihat festival jadul, kuliner kuno kini, gelar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), obral produk lebaran, pentas seni budaya, seni santri dan wahana mainan yang menarik. Saya sebagai warga kediri yang sudah menghadiri acara itu sebanyak dua kali merekomendasikan datang pada waktu 19.00 WIB sebab pada saat itu para pedagang makanan sudah lebih banyak yang berdagang dan lebih ramai pengunjung. Sedangkan pada waktu sore hari para pedadang belum banyak yang datang dan kuliner masih belum lengkap.
Namun, pada waktu sore, juga menjadi waktu yang tepat untuk mencari makanan menjelang buka puasa. Pengunjung bisa berajalan-jalan di sekitaran SLG dan melihat-lihat kuliner yang sudah buka. Walau tidak terlalu lengkap tapi ada berberapa kuliner yang sudah berjualan seperti para pedagang aneka es yang menyegarkan, buah-buah segar, sop buah dan berberapa kuliner lainnya.
Waktu sore hari juga sudah tersedia kios-kios makanan kecil yang menyediakan meja kursi bahkan lesehan yang nyaman untuk menunggu waktu buka dan makan bersama dengan teman maupun keluarga tercinta saat azan magrib tiba. Setelah magrib barulah para pedagang aksesoris dan produk lebaran mulai berjualan kita bisa melihat-lihat dan membeli aneka akesesoris dan fashion seperti gelang,gantungan kunci,jilbab,bros,parfum dan baju hari raya. Untuk para pria tidak usah khawatir karena di sini juga menyedikan fashion untuk pria seperti celana,kaos,baju koko,gelang,parfum dan jam tangan yang keren-keren serta kekinian.
Pemerintah Dinas Koprasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Radar Kediri sebagai penyelenggara festival, menyelenggarakan festival ini sebagai bentuk memperingati Hari jadi kabupaten kediri yang ke-1.220 tahun.
Keunikan Simpang Lima Gumul
Monumen Simpang Lima Gumul, sebagai tempat festival, sebenarnya memiliki keunikannya sendiri. bentuk monumen ini mirip dengan The Arc de Triomphe yang ada di Paris, Perancis. Selain itu, ada fakta menarik tentang monumen SLG ini, antara lain, dibangun lama sekitar lima tahun, punya luas bangunan 804 meter persegi dengan tinggi mencapai 25 meter, yang sekaligus menjadi objek wisata dan pusat perdagangan Jawa Timur bagian Barat. Sedangkan monumen ini bernama Simpang Lima Gumul, karena letaknya yang tepat berada dipersimpangan jalur lima area Ngasem di Kediri.
Untuk membangun monumen Kediri satu ini, bupati Kediri, Bapak Sutrisno, menggelontorkan biaya yang tidak sedikit, yaitu sebesar 300 miliyar saat itu. Saat ini, GLG juga mempunyai banyak fasilitas yang mendukung di sekitarnya dan di dalamnya, antara lain gedung pertemuan, gedung serbaguna, Bank Daerah Kabupaten Kediri, rummah sakit umum daerah (RSUD) SLG, terminal bus antarkota, pasar TUGU (sabtu-minggu), sarana rekreasi Water Park Gumul Paradise Island, Taman Hijau SLG dan Taman Lokomotif Uap sebagai tempat hijau terbuka, hotel, restoran dan yang paling menarik dan tak boleh terlewatkan bagi saya ketika mengunjunginya yaitu trowongan bawah tanahnya, yang berisi berbagai foto wista dan budaya di Kota Kediri. Dan kabar menyenangkannya adalah trowongan bawah tanah ini gratis buka dari jam 09.00 WIB-20.00 WIB. Karena banyaknya fasilitas yang memadai dan beberapa destinasi menarik di sekitar SLG banyak acara kota yang di adakan di sini, salah satunya festival kuno kini saat ini.









