Bermedia sosial menjadi ajang pertunjukan yang dilakukan oleh berbagai kalangan. Muda, tua, remaja semua melakukanya untuk melakukan berbagai hal. Berbagi kabar, menukar informasi, berbagi pengalaman. Semua lalu lalang tanpa hendi di dalamnya. Tak mengenal siang ataupun malam, Aktifitas yang terjadi didalamnya terjadi selama 24 jam, menjadi waktu yang lama dan penuh. Yang penting ada sinyal disekitarnya maka tak ada kendala untuk berselanjar didalamnya. Anak muda menggunakanya untuk mencari teman, orang tua menggunakanya untuk mencari pengetahuan, dan anak-anak menggunakanya untuk mmencari hiburan.
Sebegitu melimpahnya, hingga terkadang membingungkan penggunanya. Informasi mengalir begitu deras hingga banjir dalam otak. Media sosial yang seyogyanya membawa kebaikan berbuntut membawa permasalahan baru. Orang menjadi kecanduan, tak bisa melepaskan diri darinya. Orang menjadi kehilangan kontrol denganya. Kebutuhanya membludak padahal tidak diperlukan. Gengsi meningkat, menambah budaya konsumerisme yang menghisap segalanya.
Maka perlu untuk mengendalikan agar suausana tak makin liar. Orang harus meningkatkan kemampuanya dalam mengatur media sosial. Tentang informasi, hiburan dan teman yang ditemukan. Pengelolalaan ini dibutuhkan karena media sosial juga mengandung kesenangan yang instan. Perkara yang merespon otak untuk memproduksi hormon yang merangsang diri merasa puas tapi bikin ketagian. Kesenangan yang yang membuat orang akan terus berusaha mendapatkan lagi hingga melupakan tujuan yang lebih penting esensi dalam hidupnya. Maka Dopamin tetox adalah solisinya. Puasa diri menjaga dan membatasi secukupnya terhadap media sosial. Mencari informasi yang hanya diperlukan tanpa berlebihan agar otak mampu memprosesnya. Merujuk dari Halodoc.com ada bebearapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan dopamine detox.
Membatasi diri secara bertahap
Diri memiliki irama sirkandianya sendiri. Terdapat waktu untuk melakuan aktifitas dan ada waktunya utuk memulihkan kekuatan, Diri juga memiliki kemampuan yang terbatas dari berbagai sisi, tidak mungkin orang akan terus sehat jika ia menghabiskan hidupnya dengan bermedia sosial. Mata, pikiran, tangan akan lelah. Akan Tetapi bagi seseorng yang sudah terlanjur berlebihan menggunakan media sosisal maka akan sulit melepaskanya. Solusinya adalah menjedanya secara berkala.
Menentukan waktu produktif
Menentukan waktu produktif juga menjadi sarana untuk meluangkan waktu agar tidak terpapar oleh kebanyakan bermedia sosial. Selain itu, juga bisa untuk melakukan hal yang berdampak baik bagi diri dan orang lain. mengetahui waktu produktif akan membuat orang akan tidak hanya larut terjun dalam gelombang tnapa arah tetapi menjadi semkain baik setiap harinya.
Menentukan target dan memberi imbalan
Yang ketiga ini merupakan cara yang tidak hanya untuk mengatur media sosial, tetapi juga cara menjadi hidup semakin meningkat dalam berbagai hal. Hal ini akan menjadikan otak tak terbiasa mendapatkan dopamine atau kesenangan dari hal yang kurang sehat, sehingga kebahagian yang dirasakan akan lebih lama dan nyata.








